Friday, April 11, 2008

Tafakur

Assalamualaykum wr.wb

Kemarin saya tidak sengaja menemukan situs tentang sakaratul maut dalam bentuk video. Walau kejadian sakaratul maut itu yg benar² terjadi seperti apa ? hanya Allah SWT yg tahu, namun video itu baik untuk pembelajaran diri dalam mengingat inti keberadaan kita di dunia ini.

Inti keberadaan di dunia ini adalah ibadah kepada Allah SWT, mengumpulkan bekal buat di akherat nanti, suatu perjalanan yg amat panjang.

Di sini, saya pribadi mengajak semua teman yg mampir ke blog ini, untuk bertafakur akan kematian, krn orang yg selalu mengingat mati, adalah orang yg cerdas.
Silahkan klik di bagian sebelah kanan kolom Tafakur yg berjudul : Sakaratul Maut.

Saya selalu melihat video ini, untuk selalu mengingatkan diri akan kematian. Namanya manusia selalu sering khilaf, krn itu harus sering diingatkan akan kematian.

Mudah²an tulisan ini ada manfaatnya, bagi saya pribadi dan juga bagi teman² yg mampir kemari.

PS : Kita semua pasti mengalaminya, hanya saja apakah malaikat tsb akan mencabut dengan lemah lembut ataukah dengan kasar ?, kita tidak tahu, krn tergantung amalan selama hidup.

Mari kita berdoa, "Ya Allah SWT mudahkan sakaratul maut kami, dan kembalikanlah kami ketempat yg tenang, nyaman, di tempat yg indah yakni Surga-Mu ya Allah SWT, dan jauhkanlah kami dari siksa kubur dan siksa api neraka, serta jadikan kami termasuk orang² yg beruntung.......amiiin"

wassalam,
mbak diah

Sunday, January 06, 2008


Positif Thinking

Coba perhatikan si kecil atau adik kita yg masih kecil, saat sang ibu atau ayah mengatakan akan membawanya ke dokter gigi, maka si kecil pun menangis, dan memohon² kepada ibu atau ayah, agar dirinya tidak dibawak ke dokter gigi. Ketika ditanya, ternyata si kecil ini takut dengan jarum suntik, yang sudah terbayang dalam benak si kecil adalah sakitnya ketika jarum suntik itu ditusukan ke gusi gigi, karena itu ia menangis, padahal itu baru bayangan dan belum kejadian.

Seandainya si kecil tahu, kalau ibu atau ayah membawaknya kedokter gigi adalah demi kebaikannya jua, agar giginya yang berlubang itu bisa dibersihkan dan ditambal, sehingga sisa makanan tidak akan tertinggal masuk ke dalam lubang gigi, dan tidak membuat peradangan yang mengakibatkan sakit, dan bahkan juga pembekakan, maka si kecil akan mau dibawak ke dokter gigi demi kebaikannya.

Bagaimanakah dengan kita sendiri ? Terkadang kita suka berprasangka negatif terhadap prilaku seseorang, atau kepada kejadian yang baru akan nanti kita alami, dan juga cobaan yang diberikan Allah SWT kepada kita.

Contohnya begini, Seorang teman di Indonesia mengirim sms kepada saya, ia mengirim sms pada saat saya tidur malam, karena adanya perbedaan waktu Indonesia dan Jerman. Pagi harinya, saya membaca pesan sms tsb, dan juga sms kedua yg berisi kekecewaan karena tidak dibalas smsnya, padahal dia sudah menunggu lama. Ini contoh prasangka yang secara tidak sadar sering kita lakukan dalam kehidupan sehari².

Contoh lainnya adalah ketika saya baru saja bekerja di sebuah perusahaan kecil, belum ada 1 thn tiba² perusahaan terpaksa gulung tikar. Sedih yang luar biasa, apalagi mencari pekerjaan tidaklah mudah di Jakarta. Akhirnya saya mencari pekerjaan lagi ke sebuah perusahaan maju, dan alhamdulillah saya diterima bekerja di sana. Dari sinilah saya menginsyafi, bahwa ketika Allah SWT memberikan cobaan kepada saya berupa kehilangan pekerjaan di perusahaan kecil, saya berpikir, duhai malangnya saya, baru bekerja 1thn perusahaan sudah gulung tikar, namun ketika pada akhirnya saya bekerja di perusahaan maju, saya pun tahu, seandainya saya masih bekerja di perusahaan kecil tadi, maka saya pun mungkin tak akan pernah melamar pekerjaan di perusahaan maju ini, karena justru saya tahu alamat perusahaan maju ini setelah saya kehilangan pekerjaan di perusahaan kecil.

Nampaknya memang dlm kehidupan kita perlu melatih diri untuk selalu berpikir positif, walau pun jujur sekali, berpikir positif itu sulit dan butuh kesabaran dalam menahan emosi agar tidak langsung berpikir negatif. Lebih² dalam menerima cobaan, kita dituntut untuk melihat khimah dari sebuah cobaan yg diberikan Allah SWT, jujur sekali lagi, saya pun masih harus berlatih ketahap ini, bagaimana dengan anda ?

wassalam,
mbak diah

Tuesday, December 18, 2007


Qurban

Hari raya idhul adha yg setiap kali umat islam rayakan sekali dalam setahun, berawal dari sejarah Nabi Ibrahim as, yg ketika itu diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih anaknya (Ismail as) melalui mimpinya berulang kali.

Setelah Nabi Ibrahim memberikan penjelasan akan perihal mimpinya kepada anaknya (Ismail as), maka Nabi Ismail pun bersedia, demi menjalankan perintah Allah SWT tersebut.

Dengan ketaqwaan kepada Allah SWT maka mereka menjalankan perintah Allah SWT tersebut, dan Allah SWT menjadi saksi akan keikhlasan dua hamba-Nya tersebut, maka ketika penyembelihan itu dilakukan, Allah SWT mengganti Ismail as, dengan seekor hewan qurban yg besar, dan Nabi Ismail pun selamat. Demikianlah Allah SWT telah menguji dua hamba-Nya, akan ketaatan kepada perintah-Nya.

Lalu bagaimana dengan kita semua, setiap hari raya idhul adha berlangsung adakah kita semua berusaha untuk membeli hewan qurban, baik sapi atau pun kambing untuk diqurbankan, agar saudara² kita turut bisa merasakan nikmatnya daging, walaupun hanya sekali dalam setahun.

Bagi yg memiliki kemampuan, nampaknya merupakan ujian untuk mengeluarkan dana guna membeli hewan qurban buat diqurbankan. Karena tidak jarang, orang yg mampu membeli hewan qurban, memilih hanya sebagai penonton penjualanan kambing atau menonton pemotogan tersebut.

Mari di sini saya himbau, agar kita berqurban. Selain tunduk dan patuh pada perintah Allah SWT, juga memberikan kebahagiaan bagi saudara² kita yg hanya berkesempatan memakan daging satu tahun sekali.

Agar mudah, sisihkanlah rejeki uang yg kita peroleh setiap bulan, untuk kita niatkan buat hewan qurban, maka inshaAlloh saat waktu qurban datang kita pun bisa turut berqurban.

Jadi ayolah berqurban, semakin banyak hewan yg diqurbankan, akan semakin banyak pula kita menolong saudara² kita yg berkekurangan.

Bagi saudara² muslim di Jerman, bisa menghubungi lembaga muslimehelfen e.v yg berlokasi di Muenchen, yakni :

muslimehelfen e.v, Internationale Hilfsorganisation
Postfach 310272. D-80102 München
Telp 089/321 99 19-0
Fax 089/3219919-40
Email : info@muslimehelfen.org
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Daging qurban tersebut akan diberikan kepada yg berhak menerimanya, baik di Indonesia, Afrika, Turki, Kenia dan negara lainnya, tentu kepada yg berhak menerimanya.

(info dari : mh zeitung )

Semoga informasi ini cukup membantu, sedang bagi saudara² yg mau berqurban di Indonesia, silahkan saja menghubungi sanak saudara di Indo dan sebagai tambahan informasi saja, saat ini Indonesia merayakan hari raya idhul adha tgl 20 des 2007 ( kamis ), walaupun ada jg yg merayakan tgl 19 des 2007 (rabu).

Mari kita berqurban dengan penuh keikhlasan, agar amalan qurban kita diterima Allah SWT, krn yg sampai kepada Allah SWT bukanlah daging dari hewan qurban tersebut, bukan pula darah yg ditumpahkan dari hewan qurban tersebut, melainkan keikhlasan dari yg bersangkutan saat membeli hewan qurban, buat diqurbankan.

Sebagai tambahan lagi, satu hari sebelum idhul adha, alangkah baiknya jika diikut sertakan dengan puasa Arafah, karena puasa Arafah ini akan menghapus dosa satu tahun yg telah lalu dan satu tahun yg akan datang, sebagaimana hadis di bawah ini :

Puasa pada hari Arafah ( 9 Dzulhijjah ) adalah hukumnya sunat sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dibawah ini :
"Artinya : Dan puasa pd hari Arafah -Aku mengharap dari Allah SWT menghapus (dosa) satu tahun yg telah lalu dan satu tahun yg akan datang. Dan puasa pd hari Asyura (10 Muharram)-Aku mengharap dari Allah SWT menghapus (dosa) satu tahun yg telah lalu" (Shahih riwayat Imam Muslim ( 3/168), Abu Dawud ( no. 2425), Ahmad ( 5/297 ) )

wassalam,
mbak diah

Saturday, December 15, 2007


Jangan Pernah Bosan

Sering saya mendengarkan ceramah, entah di masjid, di radio, di kaset, isi dan temanya selalu sama, bahkan di email² milis islam yg saya peroleh pun terkadang ada dua pengiriman yg sebenarnya isinya sudah pernah dikirim. Seperti ceramah yg berisi ajakan untuk menegakan sholat, sedekah, zakat, qurban, pasti berulang kali kita dengar.
Lalu apakah saya merasa jenuh dan bosan dengan isi ceramah yg temanya sama ? Dan apakah bapak ustadz atau ibu ustadzah yg memberikan ceramah tsb jg merasa bosan menyampaikan isi ceramah yg temanya sama ?

Jawabannya adalah, tidak, saya maupun ustadz dan ustadzah tersebut tidak boleh bosan dalam mendengar maupun menyampaikan cermah dan ajakan kebaikan yg intinya sama. Mengapa ? karena yang namanya manusia selalu memiliki sifat lupa dan selalu sering berbuat kesalahan, sehingga harus selalu mendapatkan peringatan yg sama berulang kali. Semakin sering mendengar peringatan yg isinya sama, spt ajakan menegakan sholat lima waktu, maka akan semakin melekat tajam di otak kita, sehingga semakin kecil kita lupa dan semakin kecil pula kita melakukan kesalahan, krn telah melekat kuat.

Begitu pula hendaknya para ustadz dan ustadzah janganlah pernah bosan dalam memberikan ceramah dengan isi dan tema yg sama, krn boleh jadi isi ceramah bagi si fulan dianggap sering, tapi bagi fulan yg lain merupakan hal yg baru bagi dia, krn baru kali itu ia serius untuk memberikan perhatian pd ilmu agamanya.

Lihatlah seorang guru SD kelas satu, ia selalu mengajarkan pelajaran membaca kepada murid²nya, bertahun² dengan tema yg sama, mengajarkan mulai dari huruf A sampai Z, agar muridnya dapat membaca, apakah sang guru merasa bosan ? Jawabannya tidak, ia malah merasa menikmati setiap kali mengajarkan murid² dan mendapatkan sebuah kebahagiaan,manakala sang murid dapat membaca setiap huruf dan rangkaian huruf tersebut dalam sebuah kata.

Lihatlah seorang ibu, yg manakala si kecil bertanya berkali² dengan pertanyaan yg sama, "Ini apa ibu ?" 3X dan sang ibu menjawab dengan sabar, berlahan namun pasti si kecil akan merekam setiap jawaban yg diberikan sang ibu.

Lihatlah Nabi kita, Muhammad SAW dan para nabi lainnya dalam berdakwah, mereka tidak pernah merasa jenuh dan bosan menyeru umatnya untuk menyembah Allah SWT, walau pun berkali² pula mereka mendapatkan umatnya berbuat dosa, tapi dakwah tetap ditegakan.

Marilah teman, jangan pernah bosan dalam mendengarkan isi ceramah yg temanya sama, ataupun menjawab pertanyaan dari seorang teman yg isinya sama, mungkin si teman tersebut memang tidak tahu, krn itu ia bertanya, mungkin baginya hal itu baru karena itu ia bertanya, walaupun bagi teman² lainnya hal itu tidak asing lagi, dan tak perlu ditanyakan lagi.

wassalam,
mbak diah

Sunday, November 25, 2007


Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Saya teringat ketika saya sedang hamil 8 bulan. Saat itu seperti biasa saya melakukan sholat sunnah di pagi hari, entah mungkin bawak-an ibu hamil, setelah sholat saya tiba² ingin sekali makan pempe kesukaan saya.

Begitu inginnya, saya hampir saja telphone ke Indo untuk meminta ibu mengirimnya, tapi kemudian saya berkata dlm hati, "Bagaimana mungkin ibu mengirim makanan tersebut kemari, bisa² keburu basi dulu-an di jalan", lalu saya senyum geli sendirian. Kemudian saya sempat berpikir akan meminta resepnya, tapi ah sudahlah kok jadi repot begini dan begitu, pikir saya sambil senyum geli lagi, "dasar ibu hamil minta yg bukan² saja" kata saya sambil bersiap untuk pergi ke rumah teman buat belajar tajwid.

Singkat cerita saja, ketika saya sampai di rumah teman, belum lagi badan saya duduk di kursinya, teman saya berseru, "Ibu, saya bikin pempe nih, banyak banget, dibawak saja yah separoh buat ibu" "Ha....!!! otomatis saya jadi terkejut, pucuk dicinta ulam tiba, bagaimana dia bisa tahu kalo saya lagi ngidam tuh makanan?" kata saya dalam hati, lalu saya tersenyum, sambil berkata dalam hati, "Subhanallah ya Allah SWT Engkau mendengar kata hati saya tadi ketika habis sholat, padahal saya malu sekali untuk meminta, dan juga bercerita pada ibu di Indo, tapi Engkau Maha mengetahui dan mengabulkan keinginan saya".

Teman saya keluar dari bilik dapurnya, sambil membawak sebungkus makanan tadi, "Di masukin saja di tas sekarang, takut lupa" katanya.

Sehabis belajar tajwid dan pulang kerumah, saya segera memasak makanan tersebut, dan menceritakan kepada suami saya. "Subhanallah, itu baru sebagian kecil nikmat yg Allah SWT berikan pada kamu, masih banyak pemberian lain yg mungkin kamu tidak sadari" kata suami saya.

"Ya ....Allah SWT saya malu, saya masih terlalu banyak kesalahan dan dosa dengan-Mu, tapi Engkau Maha penyanyang terhadap saya, bahkan sampai² hanya kata hati pun Engkau kabulkan, dalam hitungan yang relatif singkat"

Kisah tersebut sangat berkesan sekali pada diri saya, karena betapa Allah SWT mengabulkan kata hati saya begitu cepat, bahkan hanya dengan hitungan menit, demikianlah jika Allah SWT berkehendak, semoga hamba termasuk hamba-Mu yang bersyukur dalam setiap jengkal nikmat yang Engkau beri.......amiiin

wassalam,
mbak diah

Monday, November 12, 2007


Kriteria Aliran Sesat

Nampaknya sekarang lagi marak aliran-aliran sesat yang bermunculan di sana sini. Entah apa yang menjadi penyebab jadi munculnya aliran sesat tersebut.

Sungguh mengherankan para pemimpin dari aliran sesat tersebut, kok dengan teganya telah menyesatkan sejumlah masyarakat yang akhirnya menjadi jamaahnya. Mustahil rasanya kalau para pemimpin aliran sesat itu tidak tahu kalau mereka salah. Mungkinkah ini adalah suatu tanda akhir jaman, dimana fitnah, dan dajal-dajal kecil bermunculan.

Kita umat Islam, haruslah waspada terhadap aliran-aliran seperti ini, jangan hanya mengekor atau pun meniru-niru saja seperti bebek. Ingat apa yang menjadi warisan bagi kita semua, yg telah ditinggalkan Nabi Muhammad SAW untuk kita semua, yakni Al-Quran dan Hadis. Selain dari keduanya, maka lebih baik ditinggalkan saja.

Berikut adalah kriteria-kriteria aliran sesat yang perlu disimak, agar kita semua waspada :
1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang 6.
2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Alquran dan sunnah.
3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.
4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran.
5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.
6. Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam.
7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.
8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir.
9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke baitullah, salat wajib tidak 5 waktu.
10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar'i seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.

PS : Sumber : Majelis Ulama Indonesia (MUI ) di Hotel Sari Pan Pacific,Jl. MH Thamrin-Jakarta
Selasa 6 Nov 2007, ditulis oleh Gagah Wijoseno-detik.com

Setelah kita membaca kriteria-kriteria di atas, marilah kita semuanya berhati², jangan sampai terperosok ke dlm aliran tersebut.

"Ya Allah SWT lindungi lah kami semua, dari dajal dan dari fitnah, dan tetapkanlah keimanan kami hanya kepada Mu, ya Allah SWT.....amiiin"

wassalam,
mbak diah

Monday, November 05, 2007


Kenangan untuk Fulanah

Hari ini saya teringat oleh seorang teman (muslimah), ia adalah seorang gadis berjilbab, teman saya satu kantor dan satu kelas di sebuah kursus bahasa Arab di Jakarta Pusat.

Seperti biasa setiap selesai kerja, kami (dia dan saya ) langsung tancap gas ke tempat kursus bahasa Arab, sekali pun kelelahan bekerja dari pagi hingga sore hari, namun demi kami ingin tahu bahasa Arab, yakni bahasa Al-Quran, bahasa yg digunakan di Syurga nantinya, dan juga bahasa pemersatu umat islam di dunia, maka kelelahan itu tidak kami pedulikan.

Singkat cerita kami pun mulai belajar di kelas, dan waktu istirahat pun tiba, perut sudah keroncongan, sudah waktunya makan malam. Kami langsung menuju sebuah tenda langganan kami, tenda pecel ayam yg tidak pernah sepi dari pengunjungnya. Kami segera memesan pecel ayam dan nasi serta tak lupa minumnya.

Ketika kami memulai makan, seorang peminta² datang masuk ke arah tenda, ia meminta kepada setiap orang, dan bahkan kepada si penjual pecel ayam juga, tapi tetap ditolak halus dengan perkataan "Maaf aja pak"

Ketika si peminta itu sampai pada teman saya, yg duduk di samping saya, teman saya langsung bilang, "Kenapa, bapak belum makan ?" peminta itu bilang :"Kasihan neng dari pagi belum makan", teman saya langsung meminta 2 bungkus pecel ayam kepada penjual, satu pecel isi ayam dan nasi lengkap lalapnya, dan satu lagi pecel ayam (2 potong ayam) dan nasi lengkap lalapnya untuk tempat kosnya dia. Mendengar itu nampaknya si penjual kaget, ia bertanya hingga dua kali, "Dua bungkus nih neng, satu untuk bapak itu ?", teman saya bilang iya, cepat ya pak, kasihan dia lapar". Seluruh mata pengujung tenda pecel ayam di pinggir jalan itu melihat ke arah teman saya tanpa bersuara, sementara teman saya asyik saja dengan piring makannya.

Selesai dibungkus maka satu bungkus diberikan kepada bapak peminta² tsb, "Dimakan ya pak" Peminta itu melihat dengan mata berkaca², "Iya neng, terima kasih semoga Allah SWT membalas budi baik eneng" Setelah peminta itu pergi, teman saya mengambil bungkusannya yg satu lagi untuk tempat kosnya, "Ah neng maap kata penjual, saya salah kasih, bungkusan yg ayamnya dua potong dikasih ke bapak tadi" Teman saya kaget lalu tertawa, "Yah sudahlah, memang rejeki dia berarti" lalu kami segera membayar pecel ayam tersebut, dan kembali segera masuk karena waktu istrahat telah selesai.

Ada seberkas kesan yg tak pernah sirnah dari kisah di atas, dan selama saya berteman dengannya, ia adalah seorang teman yg tidak pernah banyak bicara, pakaiannya sederhana. Selama berteman dengannya, ia tidak pernah menegur ini dan itu dari setiap tingkah laku saya yg salah, hanya saja setelah berteman dengannya lewat dari beberapa bulan, saya pun menyusulnya mengenakan jilbab. Teman saya tidak pernah menyuruh apalagi menegur dan menyalahkan, ia berdakwah dengan sikapnya yg lembut, sehingga saya tidak pernah merasa dipersalahkan apalagi digurui.

Sekarang ia telah menikah dengan seorang muslim, dan memiliki seorang anak wanita, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan kasih sayang serta lindungan-Nya selalu.

PS : Salam kangen selalu dari kami sekeluarga

Sayang, setelah naik ke kelas dua di kursus tsb, saya tidak lanjutkan lagi krn saya menikah dengan suami saya sekarang, dan bahasanya pun krn tidak pernah digunakan sudah lupa.

wassalam,